Pulang Kampung Ke Bengkulu, Yofi KDI Kerja Sekaligus Melepas Rindu


Pada tanggal 7-8 Oktober 2017, Yofi KDI dapat undangan untuk manggung di sebuah acara. Momen ini dijadikan dara yang baru menelurkan single berjudul “Hipnotis” sebagai ajang melepas rinda pada kampung halaman dan keluarga.

Selama di Bengkulu ada kegiatan yang tidak boleh dilewatkan oleh Yofi, yaitu menyantap kuliner khas Bengkulu. “Ada makanan yang paling aku suka di Bengkulu, yaitu Tempoyak,” katanya. Tempoyak adalah kuliner khas Bengkulu sejenis ikan pindang, perpaduan rasanya ada manis, asam dan pedas. Menurut Yofie KDI, Bengkulu memiliki banyak potensi sebagai lokasi pariwisata, selain makanan khasnya Bengkulu juga punya nilai historis. “Ibu negara pertama, asalnya dari Bengkulu loh. Ibu Fatmawati, di sini ada museum yang menyimpan mesin jahit Ibu Fatmawati saat beliau menjahit bendera pusaka,” ujarnya semangat.

Yofi KDI lancar sekali ketika menerangkan tanah kelahirannya, ternyata ia pernah menjabat sebagai duta Pariwisata Bengkulu. Selain Tempoyak, ada lagi makanan yang disukai masyarakat Bengkulu, yaitu Kepala Ikan kakap Pedas, menu ini penampilannya agak mirip dengan gule kakap dari Sumatera Barat, namun ada sedikit perbedaan rasa.

Untuk menikmati kelezatan Tempoyak, tidak perlu merogoh kanting terllau dalam. Cukup dengan Rp 10.000,- sudah bisa merasakan sensasi rasanya. “Harganya bersahabat banget, cuma Rp 10.000,- untuk piring kecil, biasanya di dalamnya ada campuran udang dan petai,” tambahnya lagi. Duh, jadi penasaran ingin cepat-cepat menikmati Tempoyak.

0 Response to "Pulang Kampung Ke Bengkulu, Yofi KDI Kerja Sekaligus Melepas Rindu"