Septi Vhanesa: Malu Pernah Jatuh di Panggung






       Dara bermata bulat ini dilahirkan di Garut, 4 Juli 1992. Ketertarikannya dengan dunia musik sudah ditunjukkan sejak masih kanak-kanak, Namun gadis bernama lengkap Septi Vhanessa baru berani terjun ke dalam musik dangdut saat duduk di bangku SMP kelas 1. “Aku tertarik banget sama musik dangdut, karena musik ini sudah mendunia, apalagi asik buat joged. Musik dangdut yang slow kalau didengerin pakai hati, bisa kena banget loh, “ ujarnya.
      Sebagai gadis jebolan KDI awalnya Septi merasa belum terlalu percaya diri menghibur penonton. Namun setelah terus-menerus belajar dan berlatih, akhirnya ia bisa menguasai panggung. “ada pengalaman yang tidak terlupakan saat manggung di Karimun Batam. Saat itu, sambutan masyarakat luar biasa, mereka juga memberikan kenang-kenangan boneka sebagai tanda kasih sayang.” Selain pengalaman yang menyenangkan, ada juga pengalaman yang membuatnya malu. “Aku pernah jatuh di panggung, malu banget,” katanya.
       Dara penyuka warna biru dan putih menjadikan pantai sebagai tempat liburan favoritnya. Karena di pantai kita tidak hanya bisa bersantai, tetapi juga mensyukuri keagungan Allah Sang Maha Pencipta. Ketika ditanya, harapannya di masa depan, penyuka bakso ini mantap menjawab ia ingin sukses dan mengeluarkan lagu yang booming di tengah masyarakat. Sebagai salah satu fans dari Bunda Rita Sugiarto, Septi yang bergabung di SP musik juga berharap, agar karirnya bisa lancar dan sukses.

0 Response to "Septi Vhanesa: Malu Pernah Jatuh di Panggung"