Jadi Juri Dangdut, Yofi Amilas Tidak Pandang Bulu



       Menjelang pergantian tahun kemarin, Yofi disibukkan dengan berbagai kegiatan di kampung halamannya, Bengkulu. Salah satunya adalah menjadi juri lagu dangdut pada 30 Desember 2017. Acara yang diadakan oleh koran lokal itu terkesan dadakan, namun demikian para kontestan hadir meramaikan acara dan kegiatan berlangsung baik. Sebagai juri Yofi harus objektif dan tidak pandang bulu.
      Para peserta lomba terdiri dari pria dna wanita usia 18 s.d 28 tahun. Menurut Yofi, rata-rata penampilan dan suara peserta bagus-bagus, namun demikian tetap harus dicari yang terbaik. "Aku galak mba kalo jadi juri, karena tidak pandang bulu. Mau teman dekat kek atau siapapun, kalo bagus ya bilang bagus, kalo jelek ya jelek," ujarnya via wa kepada dangdutjempol.




     Peserta yang berhasil lolos menjadi juara mendapatkan hadiah piagam, piala, uang dan voucher makan. Sempat terjadi perdebatatan di kalangan juri, namun akhirnya berakhir dengan baik. "Buat aku, menilai dengan telinga bukan dengan perasaan. Yang namanya penyanyi dangdut, yang pertama dinilai adalah suara, baru penampilan fisik," tambahnya. (lisya)

1 Response to "Jadi Juri Dangdut, Yofi Amilas Tidak Pandang Bulu"