Perjalanan Yofi Amilas di Empat Lawang Bag. 1 "Tanah Leluhur Jejak Jati Diri"


         


Yofi Bersama Masyarakat Empat Lawang
          Bagi Yofi Amilas, Kabupaten Empat lawang Bengkulu adalah tempat yang spesial. Selain Mukomuko, Empat lawang adalah tanah leluhur Yofi Amilas, ibunda tercintanya lahir di Kampung Paiker (Pasemah Air Keruh/Mayan). Kabupaten yang memiliki slogan "Emas dan Damai" ini selalu dirindukan Yofi, karena selain masyarakatnya yang ramah, makanan yang enak-enak dan menggugah selera, juga keadaan alamnya yang masih asri. Inilah catatan perjalan Yofi Amilas selama berada di Empat Lawang Sejak akhir Desember 2017 hingga Awal Januari 2018.





         Pada Desember 2017, Yofi mendapatkan undangan bernyanyi di Kab. Empat Lawang. Sebagai tanah halamannya, tentunya wilayah ini adalah pusat fans berat Yofi tinggal. Maka, jangan tanya, kelakuan fans seperti apa yang didapat Yofi. "Aku nyanyi dicubit, dicium , ditarik-tarik sama ibu-ibu, karena mungkin rindu dan gemes. Bagi mereka ternyata aku aslinya kelihatan kurus banget dengan berat 50kg dibilang masih kurus tapi aku nya sudah ngap ngapan," ungkapnya semangat.
Yofi Memar Dicubit Fans

        Walau demikian, Yofi tetap semangat menghibur masyarakat Empat Lawang. "Saking antusiasnya, kalo nyubit badanku biru-biru, di siku, di perut, pinggang semuanya biru," tambahnya lagi.  Menurut wanita yang mengaku sudah memiliki kekasih ini, hal unik dari Empat Lawang adalah masyarakatnya yang selalu membuat Yofi kangen. Masyarakat yang ramah, makanan yang enak-enak, seperti Lemang yang dimakan dengan ikan, kopi, pindang patin dan lain-lain.  Selain itu, kondisi alam yang masih asri dan alami juga menjadi kebanggan Yofi. Seperti, Pantai Terusan, salah satu lokasi wisata yang menjadi andalan masyarakat Bengkulu."Daerahku memang identik dengan sungai, aku hobi banget berenang di sungai, maklum anak kampung," ujarnya berseloroh kepada dangdutjempol.com.

        Wilayah ini merupakan daerah yang paling sering mengundang Yofi nyanyi, baik pemda maupun masyarakatnya. Empat Lawang dan Muko muko adalah tanah kelahiran nenek dan kakek Yofi, itulah mengapa Yofi akrab dengan daerah ini dan memahami karakter masyarakatnya. bagi generasi di bawahnya, Yofi menekankan, jika sudah dukses di rantau, jangan lupa dan malu pada tanah leluhur. "Karena jati diri kita tidak bisa ditukar dengan apapun, darah yang mengalir tetap sama. Karena kita muda, kita bisa, kita bekerja dan berkarya." (Lisya)

1 Response to "Perjalanan Yofi Amilas di Empat Lawang Bag. 1 "Tanah Leluhur Jejak Jati Diri""