Ditipu Jutaan Rupiah, Rita NaSiak Ingatkan Masyarakat agar Waspada



    Awal Maret 2019 Rita NaSiak diterpa kabar duka. Seorang oknum yang mengaku perwakilan dari PT BA, menghubunginya dan tim manajemen untuk menawarkan kerjasama dalam mengisi acara. Oknum yang lihai ini, hingga mampu meyakinkan Rita untuk mentransfer sejumlah uang sebagai biaya transportasi. Biaya ini nantinya bisa ditebus oleh PT BA saat manggung. Belakangan diketahui, bahwa tiket pesawat yang sudah dibayar ini memiliki kode booking palsu. Dan oknum tersebut mem-block Rita NaSiak hingga saat ini. 
    Kepada dangdutjempol.com, Rita NaSiak menceritakan bahwa awalnya ia tidak curiga, karena sebelumnya pernah mengisi acara di PT BA. Kecurigaan baru terasa, saat sang oknum memaksa Rita agar cepat mentransfer sejumlah uang. Rita juga membeberkan kronologi kejadian kepada dangdutjempol.com;

1. Beberapa hari lalu, seseorang yang bernama Darmawan Ayung (DA) mengaku bekerja sebagai perwakilan dari PT.Bukit Asam Palembang menghubungi Rita. Awalnya dia telepon via WA. Namun karena Rita sibuk akhirnya dia meninggalkan pesan di wa.


2. Keperluannya adalah menanyakan  kesedian  Rita NaSiak  untuk menjadi Guest Star menghibur acara di PT Bukit Asam untuk tanggal 21 dan 22 Maret 2019. Saat itu Rita menjawab kalau dirinya masih Available. DA lalu mengirimkan konsep acaranya. Hal ini sangat lumrah bagi  penyelenggara atau EO yang menghubungi Rita, Rita berpikir positif saja.
3.  Obrolan terus berlanjut hingga DA meminta Rita untuk sekalian menyediakan Orkes dangdut dan juga artis nasional. Karena DA mengetahui dari medsos, Rita juga mengelola Management artis baik nasional maupun lokal. Tim Rita lalu  mengirim profil management dan artis nya. Nah pembicaraan pun sudah pada budget dan sistem keberangkatan artis. Awalnya agak kaget karena untuk event seminggu lagi baru nyari artisnya sekarang. Sekali lagi, Rita masih berpikir positif. Karena dari pembicaraannya sangat meyakinkan. Dan dia tau semua tentang PT.Bukit Asam TBk.
"Soalnya untuk acara gathering anniversary perusahaan PTBA ini sudah menyebar di masyarakat luas dan tamu undangan perusahaan juga sudah kami terbitkan undangan mbak". "Untuk budgeting hiburan 300 juta mbak dari kantor". Begitulah dalih yang diutarakan DA dan masih tersimpan di ponsel Rita NaSiak.



4. Untuk lebihmeyakinkan, DA juga mengirim kan udangan via email untuk bisa meeting dan pembayaran DP. Sistem yang diajukannya adalah, pihak Rita berangkat dengan ongkos sendiri dan akan di re-embused (akan diganti). 
5. Dikarenakan kesibukan Rita NaSiak, maka Rita mengarahkan stafnya untuk berkoordinasi dengan DA dalam pantauan Rita.  
5. Tiba-tiba DA mengirim kode booking tiket pesawat untuk tiga orang. Untuk Rita dan 2 timnya keberangkatan dari Pekanbaru. Ada pula satu tiket lain, keberangkatan dari Bandung menuju Palembang.





6. Setelah mengirimkan kode booking, DA memaksa pihak Rita agar segera menyelesaikan (Pembayaran) Booking Pesawat dan meminta bukti pembayaran nya untuk lampiran re-embused  ke kantor nya. Pembayaran dilakukan ke Rekening yang dia berikan atas nama MAEMUNAH Rek BNI 0764049447.  Nomor rekening itu menurut DA adalah bagian Divisi Transportasi Accounting Finance PT.Bukit Asam. Yang membuat Rita NaSiak percaya adalah Karena pada bukti bookingan yang  dikirim  DA juga tertera nama dan rekening yang sama dengan Cap PT BA. Alasan Kedua adalah, DA mengatakan Order via PT BA akan mendapat discount Porpore 20%. Dan Rita lihat di rincian Kode Booking tiket nya memang ada potongan (discount). 
7. Setelah selesai membicarakan tiket pesawat, DA juga minta agar Rita dan tim reservasi di Hotel Grand Zuri. Dengan Bokingan DA dan alasan yang sama. Order via PTBA akan mendapat discount Porpore 20%. Juga agar satu pintu dengan bagian Divisi Transportasi Accounting Finance PT BA. Nah di sini Rita dan tim mulai berdebat. DA meminta agar tim Rita untuk segera menyelesaikan pembayarannya dengan total yang tertera di kode booking hotel yang DA kirim. Sedangkan ketika pihak Rita meminta Nomer Kode Booking Pesawat sudah dibayar  DA menjawabnya dengan respon yang lambat. Alasannya belum dikirim oleh divisi transportasi. Karena itu, Rita belum mau untuk transfer hotel kalau nomor booking tidak dikirim.
8. Setelah lebih dari dua jam baru DA mengirim kode booking nya. Saat Rita lihat kode booking yang dia kirim, ada kejanggalan nomor dan jadwal penerbangan yang awalnya sudah Rita cek bersama tim. Dan Ritapun pun melakukan konfirmasi telepon langsung ke Lion Air untuk Kode booking itu. Setelah mendapat Jawaban dari Lion Air dan Citylink bahwa kode booking itu tidak ada, Rita dan tim mencoba untuk bertanya dan menghubungi DA, namun hingga kini DA tidak menjawab dan merespon.


   Rita NaSiak meyakinkan bahwa berita ini dimaksudkan agar masyarakat dan pihak-pihak terkait lebih waspada. Karena siapapun bisa dicatut namanya dan disalahgunakan. Per hari ini (13 Maret 2019), Rita juga sudah melayangkan laporan kepolisian. Semoga oknum segera dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya dan tidak ada lagi korban. (Rita/Lisya)

3 Responses to "Ditipu Jutaan Rupiah, Rita NaSiak Ingatkan Masyarakat agar Waspada"

  1. Sekarang ayung dermawan pakai nomer ini 081939464109 bagi pihak polisi tolong dicari pengguna ponsel ini karna sudah menipu banyak orang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang namanya agus gunawan, alias angga.alias ibu menika riani alias agus gunawan
      0819 3946-4109 A/N angga bagian tiket
      0878-6018-8213 A/N ABDUL RAHMAN presedir
      0813-3087-6442 A/N Agus gunawan purchasing
      mengatas namakan Pt bukit asam Tbk persero

      Delete
  2. Sekarang namanya agus gunawan, alias angga.alias ibu menika riani alias agus gunawan
    0819 3946-4109 A/N angga bagian tiket
    0878-6018-8213 A/N ABDUL RAHMAN presedir
    0813-3087-6442 A/N Agus gunawan purchasing
    mengatas namakan Pt bukit asam Tbk persero
    mengorder mengorder bracket dalam jumlah banyak
    dan minta di survey ke sumatra.
    dan disuruh kita boking tiket di tlp namanya angga bagian tiket
    sudah kita bayar, orang nya buru buru memblokir nomor nomor mereka.pas kita sudah bayar mereka hilang. cari mangsa lagi

    ReplyDelete